Am I Afraid of Death?

17 Feb 2013

17 Februari 2013. 06.00 Sembari mengerjakan tugas tahun ini yang seabreg, aku melirik ke beranda tweet deck. Kaget seketika itu. Salah seorang mahasiswa Bakrie University baru saja berpulang.

Yang lekas keluar dari hati tentu panjatan doa, dan yang kedua adalah kekhawatiran. Yah sesaat melihat tweet salah satu kawan, bahwa begitu mudah dan memang hak Tuhan menyabut nyawa hambanya kapanpun, karena toh sejatinya manusia memang tidak memiliki apa-apa. Hidup saja sebenarnya tidak ada. Semua itu kepunyaan Tuhan.

Berkaca pada diri. Kapan saya mati? Bagaimana nanti kalau saya mati?

Jika menengok ke riwayat kehidupan lama, sekarang, dan ke depan. Saya masih khawatir menghadapi kematian. Bukan perkara apakah saya akan dikenang atau tidak. Namun bagaimana ketika saya meninggal nanti, akan jadi apa saya, meninggal dalam suul atau khusnul.Yah, pernah melihat proses kematian seseorang, dan itu rasanya mengerikan. Dan kemudian jika dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Bagaimana kisah saya nanti?

Saya bukan sedang berbicara masalah surga atau neraka. Karena itu ketentuan Tuhan. Tapi bagaimana Tuhan akan memperlakukan saya di hari kematian kelak, karena saya termasuk bagian dari manusia yang masih belum bisa memperlakukan Tuhan secara layak.

Jika mengingat dawuhnya Hbaib Munzir, setiap detik dan nafas kita akan dipertangungjawabkan nantinya: Wahai hamba-hambaku, betapa sering kau mengingatku. Sedangkan apa, setiap harinya, mungkin 23 jam lebih, bahkan mungkin 24 jam full, kita, eh saya, jauh lebih banyak mengingat dunia ketimbang dzat yang mukholafatul lil hawaditsi.

Yah, kematian, kalau bagi orang-orang mulia merupakan suatu penantian, dambaan, karena dengan kematian akan membuat mereka merasakan cinta yang sebenarnya dari maha mencinta. Tapi bagi orang hina, kematian adalah ketakutan, karena bayang-bayang pertangung jawaban dan kemaksiatan.

Dan jika di akhirat kelak, akankah kita, eh saya, mendapatkan syafaat nabi? Semoga..tapi tidak tahu di antrian ke berapa ya? Cabang ke berapa? Coba bandingkan kemuliaanmu dengan orang-orang mulai dari awal zaman hingga akhir nanti, berada di posisi berapa kemuliaanmu?

kematian itu bukan akhir, tapi awal kehidupan

-
Home Galeri About
Kg Abdul © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia