1-3 Kata Buat NFEC 2012

10 Jun 2012

#NFEC (National Future Educator Conference) at SSB & SSE (Sampoerna School of Business-Education)
www.youth-esn.16mb.com andhttp://twitter.com/youth_esn


NFEC 2012?

One thing… Its so complicated
I dont know what i can say about this event….
Really..It so complicated…
May be there are three word which can represent its…

“Amazing…

Amaaaaaaaazing…

Amaaaaaaaaaaaaaaaaaaazing..”

BTW, mungkin teman-teman bertanya, apa sih NFEC itu?

NFEC itu wadah perkumpulan bagi 100-an pemuda-pemudi terpilih se-Indonesia yang mempunyai passion untuk melakukan aksi nyata di dunia pendidikan. Wadah untuk berbagi inspirasi, kisah, cerita, banyak deh.. :D

Nah, NFEC terbagi dalam dua sesi, yaitu 9 dan 10 Juni 2012 di SSB. Ada 4 pembagian topik: Social Character and Leadership Education, Green Economy Education, Inclusive Education, dan Culture & Art Education. (BTW, gue dapat bagian Culture and Art neeh…. :D).

Oh ya, NFEC kali ini mengusung temaInspiring Youth: Reshaping the Nations Future through Education. Hm…


Di sini saya ingin sedikit (banyak ding…) berbagi cerita nih tentang dahsyatnya acara yang baru saya kunjungi ini…Insya ALLAH bermanfaat…Lets check….

—–NFEC 9th June 2012 at SSB & SSE—–

One thing amazing is NFEC dihadiri oleh 12 pembicara yang sangat luar biasa. Really,,serious…those speakers so amaze…really inspire us to do real action… Pokoke yen jare wong jawa: Uedaneee puool.

PLENARY SESION 1

Nah, acara pertama, plenary sesion oleh pak Ahmad Rizali tentang Tantangan Pendidikan di Masa Depan. Sebuah kajian yang menyajikan fakta-fakta gila mengenai real condition of education in Indonesia. Sedikit terkaget-kaget ketika menyadari betapa buruknya kualitas guru-guru di Indonesia. Damn…. Rata-rata nilai hasil UKA guru-guru di Indonesia hanya 50-an? What? Hopeless
Gimana negeri ini mau maju? Padahal kita tahu bahwa esensi kemajuan dari suatu negeri ialah pendidikannya. Nah kemajuan dari pendidikan berada di tangan pendidiknya?
Yah..finally we can know the reason why the quality of education in Indonesia was so poor… –
Nah, BTW, ada satu hal yang menarik di akhir presentasi ini. Bahwa suatu Fakta terbesar yang mungkin kita tidak sadar ialah: Founding fathernya Indonesia itu juga para guru lho…dari Ir. Soekarno, Moh.Hatta, Tan Malaka… Nah, maka berbanggalah kalian para guru, sejatinya kalian itu berada di karpet merah para pendiri bangsa..
Maka kata beliau,’Kalau kalian mau merubah Indonesia, maka jadilah seorang pendidik yang berkualitas. Jadiah seorang seorang pendidik yang high-order-thinking..’

PLENARY SESION 2

What the next, plenary ke dua, sebuah sajian oleh Mbak Adenita, penulis buku 9 Matahari (im sure you know the amaze of this book) dan 23 Episentrum.
Melangkah dengan Hati, thats theme which she explained to us. Really, cara pembawaan dan penyampaian mbak Adenita benar-benar membawa peserta terhanyut dan begitu terinspirasi, especially to get their dream, to do an action. Ada banyak hal bijak dan motivasi yang disampaikan oleh lulusan Fikom unpad ini, namun yang paling utama ialah bahwa Ketika profesi itu dbungkus dengan cinta, maka akan melahirkan sebuah maha karya.

Secara ringkas, mba Adenita mengisahkan banyak orang yang seringkali merasa tidak nyaman dengan profesi yang digelutinya. Kenapa? Karena di sana mereka tidak menemukan passion dan hatinya. So, what should they do? Ya carilah passion di mana anda merasa nyaman. Dan ketika anda merasa nyaman itulah esensi kehidupan. Yah itu pula sedikit bahasan yang dimuat di bukunya, 23 episentrum.

Ada quote mbak Adenita yang sangat menarik,”yang menjadikan orang biasa menjadi luar biasa, bukan karena pintar, tetapi karena melakukan dengan hati, cinta dan passion”.
**Sedikit menambahkan, teringat petuahnya Buya Hamka,Kalau hidup sekedar hidup, Babi di hutan pun juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, Kera juga bekerja. So, jadilah orang yang berbeda, guys!

PLENARY 3

Nah, lalu Plenarry ke 3, sebuah Talk Show We know, We Plan, We Act yang disajikan oleh 4 orang berbeda: Edwin Leo Mokodompit (Coordinator of UNESCOYouth Desk Indonesia), Imelda Fransisca (Miss Indonesia 2005), Asep Kambali (Founding Father Komunitas Historia), dan Nadya Sanggra (Project Manager dari Surabaya Goes to School).

Masing-masing memaparkan banyak hal yang lagi-lagi membuat kami mnegiri untuk gegas melakukan aksi yang lebih, lebih, dan lebih.

  • Sedikit ringkasan, Abang Leo (Eits..inget kan Leo AFI? Nah ini nih orangnya..hehehe) dengan paparannya about How You (th) Drive Change..really stimulate us to be better.
    I mean, he tell many thing which inspire youth to do their destiny as youth, which bring a revolution. It can come from small thing… Whatever. And we also have to know, the reality in the world, all revoultion, all everything which make better..come from youth. Maka, inilah KEWAJIBAN kita sebagai pemuda, akan beraksi atau tidak. Akan membawa perubahan atau tidak. Its our choice.
  • Lalu, bang Asep Kambali, dengan wawasan sejarahnya yang begitu luas. Jujur, dia menampar saya (read: kami) dengan banyak hal yang membuat kami kikuk (read: mungkin seperti keledai). Banyak sejarah-sejarah, yang kami sebagai WNI harusnya paham, atausetidaknya cukup tahu deh..but the real…. we NOL.
    Nah, ada satu kata terakhir yang membuat saya lagi-lagi seolah ditampar (kali ini mungkin lebih tepat disetrika..LOL)
    “Untuk membuat hancur suatu bangsa, maka hancurkanlah sejarah generasi mudanya.”

    Nah, anak muda? Apakah kalian sudah paham sejarah Indonesia? Yuk..belajar sejarah..
  • Lalu ada pula mbak Nadya yang memaparkan aksinya di dunia pendidikan, yaitu melalui lembaga nirlaba yang dibentuknya Surabaya Goes to School yang kemudian berkembang menjadi ITS Mengajar. Banyak hal luar biasa yang bisa dipetik dari kisahnya. Bagaimana seorang pemuda, tanpa modal, mereka mampu membantu anak-anak supaya bisa kembali mengenyam pendidikannya, memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah supaya mau dan bisa kembali mengenyam pendidikannya. Wah..pokoknya amaze deh…

  • Lalu yang terakhir ada mba Imelda yang luar biasa cantik yang dengan motivasinya semakin menstimuli kami untuk lekas beraksi-beraksi-dan beraksi.
    Dia secara singkat menuturkan betapa mewah dan tajamnya peran seorang pendidik.DI tangan pendidiklah terbentuk kepribadian siswanya. Akan jadi apa siswanya, ya tergantung pendidiknya. Sejenak Mbak Imelda mengisahkan masa lalunya yang suram, yang disebabkan siksaan dan cacian pengajar sekolah dasarnya. Mba Imelda pun akhirnya membentuk opini dalam diri bahwa she has no future. Hidupnya seolah tanpa tujuan. Buram.
    Namun, puji Tuhan, dia dipertemukan dengann n pendidik-pendidik luar biasa dahsyat, yang selalau memberikan semangat dan kepercayaan penuh kepadanya. Finally, dia bisa merekonsruksi dirinya, menjadi seorang yang luar biasa dahsyat. Bahkan mendapat penghargaan luar biasa dari Ohio University.. :D
    (Dalam hal ini, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya teringat dengan teory self-fulfilling propechies, bahwa kepribadian seseorang akan terbentuk didasarkan angapan dari orang-orang sekitar. Jika seorang guru menganggap si anak adalah anak yang bodoh, tanpa masa depan, secara otomatis si anak akan membentuk keyakinan dalam dirinya bahwa dia ialah label seperti apa yang dituturkan gurunya…)
    Dan dia mengingatkan pula, bahwa kita sebagai pemuda memiliki kemwajiban nyata untuk perubahan Indonesia. Seperti kisahnya pula,Bahwa Tuhan melahirkan dia di Indoensia, berati Tuhan mempunyai alasan untuk dia berada di Indonesia.”
    Maka, jika direfleksikan kepada kita,”Tuhan mengizinkan kita untuk menjadi pemuda-pemudi pilihan di NFEC, menjadi manusia-manusia yang dilahirkan di Indonesia, maka Tuhan pasti menginginkan kita untuk memberikan perubahan untuk kemajuan negeri ini.”

Yah,itu beberapa kegiatan dalam NFEC 2012 sesion 1 9 Juni 2012. Sebenarnya masih banyak pula kegiatan-kegiatan di dalamnya, seperti Paralell discussion yang dibagi berdasarkan topik pilihan masing-masing peserta. Nah, sedikit sharing nih, berdasarkan topik saya, Culture and Art Education, Parallel diawali oleh presentasi dari seorang mahasiswa lulusan NTU (Singapore), Mbak Maryati dan Kak Azwar dari Unhas . Wowww..so amaze deh… Di sana mereka sharing mengenai kegiatan aksia nyata yang mereka akan dan sudah lakukan di bidang Culture and Art. ^^. Really inspire…

Banyak hal, selain inspirasi tentunya, yang saya dapatkan di NFEC 2012. Di sini saya bisa bertemu dengan 100 lebih pemuda-pemudi luar biasa dari sabang sampai merauke. Saya bertemu dengan mereka, pemuda-pemudi, dengan passion yang biasa dahsyat., dengan ide yang luar biasa wah.

Yah di sini kami saling berkenalan, membangun koneksi, bahkan di pertemuan yang singkat ini kami sudah seolah jadi sahabaat yang sudah menjalin hubungan sejak jaman SD. Really amaze….

Sampai akhirnya pada penghujung acara, saat dinner, keakraban kami makin diperkuat dengan hiburan-hiburan yang mebuat kami menyanyi bersama, tertawa, menari. Pokoknya it full of fun.
Perut kenyang, hati riang, jiwa senang…

Pokoknya NFEC best,,,best,,best,,

In here, I wanna say thanks for NFEC, SSB & SSE, Youth-ESN comittee, Bakrie University, All Participant of NFEC (especially my best friends: Ibi, Nurul, Dodi, Ifa, Zuma, Friska, etc. *lupa nama..hiks..tasku ketinggalan di auditorium soalnya T_T.*)


Ones again… NFEC= Amazing

—-

(Abdul-Photograpphy-Bakrie University-Designer-Ilmu Komunikasi)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post